Menderita Sipilis, Kapan Harus Ke Dokter?

Seseorang yang melakukan hubungan seks secara tidak aman, yaitu bergonti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom, perlu melakukan pemeriksaan penyakit sifilis setiap 3 bulan hingga setahun sekali.

Pemeriksaan sifilis atau sipilis juga perlu dilakukan untuk wanita hamil karena infeksi sifilis berbahaya untuk janin yang dikandungnya. Lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan Anda. Dokter kandungan akan melakukan skrining sifilis sekitar minggu ke-8 hingga ke-12 kehamilan. Pemeriksaan ini biasanya diulangi kembali pada trimester kehamilan selanjutnya.

Jika terdapat luka atau ruam, terutama di area selangkangan, atau keluar cairan yang tidak biasa, maka segera periksakan diri ke dokter kulit. Pemeriksaan ini bertujuan agar penyebab luka tersebut bisa diketahui, sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat.

Anda juga dianjurkan untuk periksa ke dokter jika memiliki pasangan seksual yang mengalami sifilis atau raja singa, meskipun Anda tidak merasakan gejala penyakit ini. Pemeriksaan ke dokter bertujuan untuk mencegah sifilis berkembang menjadi lebih parah.

Secara umum, pengobatan utama sifilis atau raja singa adalah dengan suntikan antibiotik penisilin. Dosis penisilin berbeda-beda tiap penderita, tergantung kondisinya. Untuk mengatasi sifilis yang masih di tahap awal, penyuntikan penisilin cukup satu kali (dosis tunggal). Sedangkan pada sifilis tahap lanjut, diperlukan dosis tambahan sesuai petunjuk dokter.

Sifilis (sipilis) termasuk penyakit yang dapat disembuhkan, terutama jika cepat terdeteksi dan ditangani. Bila sifilis baru diobati saat sudah terjadi kerusakan organ, pengobatan sifilis tidak bisa memperbaiki kerusakan organ.

Antibiotik penisilin juga diberikan kepada ibu hamil yang mengalami sifilis dan bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita sifilis. Bagi penderita sifilis atau raja singa yang alergi terhadap penisilin, diskusikan kembali manfaat dan risiko penggunaan penisilin. Tanyakan kepada dokter kulit Anda, adakah pengganti obat penisilin.

Setelah disuntik antibiotik penisilin, beberapa penderita sifilis bisa merasakan reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot atau nyeri sendi. Reaksi ini bukan kondisi yang serius dan biasanya hanya berlangsung selama satu hari.

Baca Juga: Apa Sipilis Bisa Sembuh Total?

Selama pengobatan berlangsung, penderita tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh. Untuk mencegah penularan, beri tahu pasangan tentang kondisi yang dilami agar pasangan segera melakukan tes sifilis dan segera diobati.

Setelah pengobatan, penderita tetap diminta untuk menjalani tes darah secara berkala guna memastikan bahwa infeksi telah sembuh total. Penderita juga harus tetap waspada karena masih bisa terinfeksi sifilis kembali, meski sudah diobati dan dinyatakan sembuh.